Jumat, Februari 20, 2009

sweet memorize di MA Islamiyah Sawangan Depok....

·

untuk pertama kalinya, dan takkan pernah terlupa dihati dan ingatan....PKL/PPKT DI MA Islamiyah. ga terasa 4 bulan bersama dalam kesenangan, kebahagian dan pengalaman yang mengasyikan...guru, murid, dan semua bersatu dalam bingkai persaudaraan, kebersamaan dan kekeluargaan, mencoba berbagi dan merentas demi menggapai sebuah impian....
kesan mendalam berada ditengah2 mereka yang eksis dengan sistem pendidikan madrasah, dengan semangat dan loyalitas yang tinggi mereka mampu memberikan spirit, motivasi, pendidikan dan pengajaran bagi siswa-siswinya. mereka adalah guru yang tak kenal lelah untuk berusaha, berjuang dan berkorban. ga bnyak madrasah yang dapat bertahan dengan sistem yang mereka terapkan. bahkan ada diantaranya yang terpaksa membubarkan atau bahasa kasarnya gulung tikar karena kekurangan murid ataupun anggaran. memang tren di tengah masyarakat kita telah bergeser, madrasah yang dulu dibangga-banggakan kini mulai terkikis dengan dominasi sekolah-sekolah negeri. orang tua sekarang lebih bangga anaknya masuk sekolah negeri dari pada memasukan anaknya dimadrasah. anak sekarang lebih merasa "GAUL" masuk sekolah negeri dari pada masuk madrasah... tidak bisa dipungkiri perkembangan zaman dan kemajuan teknologi telah merubah cara berfikir orang menjadi pragmatis.
moga MA Islamiyah bisa menjadi solusi bagi permasalahan pendidikan di negeri ini.
makasih buat semua jajaran dewan guru, siswa-siswi dan keluarga besar MA Islamiyah.....yang sudah mau menerima kami dengan lapang dada dan memberikan kami waktu untuk belajar dan menimba pengalaman yang tak kan pernah kami lupakan sepanjang perjalanan hidup kami.
do'a kami semoga MA Islamiyah tetap eksis, bisa menjadi kebanggaan baik bagi masyarakat sekitar, bangsa, negara, dan agama khususnya. buat murid2 nya semangat trus belajarnya...moga kelak muncul dari kalian einsten2 baru, soekarno2 baru, kartini2 baru, yang kelak bisa membawa perubahan kearah yang lebih maju.....Amien............

0 komentar:


Atman by @te. Supported by Ghatet